Menjadi seorang MUA di usia muda diakui Shella,
begitu ia akrab disapa, merupakan hal yang menyenangkan. Ia mengaku terjun di
dunia make up dilatar belakangi dari kegemarannya menari. Memakai make up
merupakan hal yang wajb dilakukan sebelum tampil di pentas. Namun, merasa kurang puas dengan hasil make up orang lain membuat
perempuan asal Kuta Bali ini memberanikan diri untuk mulai belajar make up.
Dimulai dari coba-coba membeli alat makeup satu persatu,mempraktekkannya ke
diri sendiri dan tidak disangka mendapat respon positif dari orang-orang
disekitarnya. Kepiawaiannya dalam memoleskan kuas di wajah seseorang itu lah
yang membuka jalan Shella menjadi seorang MUA.
Shella menuturkan bahwa sebelum menekuni
dunia makeup, ia pernah terjun dalam bidang fashion. Hal itu diwujudkan dengan
membuka online shop,dimana ia berperan sebagai reseller. Merasa tidak bisa
berkreasi dengan bebas, membuatnya beralih dari dunia fashion ke dunia
kecantikan dengan menjadi make up artist,
tepatnya pada tahun 2016.
Sebagai
seorang mua sekaligus mahasiswa, diakui Shella bukanlah hal yang sulit.
Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 ini, membagi jadwalnya dengan hanya
menerima job di saat weekend antara
jumat hingga minggu. Sementara, pada hari senin hingga kamis, ia memfokuskannya
untuk kuliah.
Melalui akun instagramnya
@beautebyshella, terlihat bahwa ciri khas dari makeup Shella adalah flawless-glowing makeup.
“Aku
bukan tipe makeup yang ngerubah wajah seseorang. Hasilnya lebih natural dan
menonjolkan kecantikan alami masing-masing orang yang tentunya berbeda” jelas
Shella.
Ciri khas
lainnya, ia berani untuk tidak mencukur alis klien. Karena tak jarang klien
menolak untuk mencukur alisnya, khususnya bagi para muslimah yang tetap ingin
tampil cantik, tanpa harus mencukur alisnya. Untuk mensiasati hal tersebut,
perempuan kelahiran 1999 ini memiliki caranya sendiri.
“Jadi pertama-tama, alis klien aku lem dulu sampai
kering. Nah, habis itu biar keliatan natural, aku dobelin pake bedak. Setelah
itu, baru aku kasih foundation. Karena dalam islam kan gaboleh cukur alis ya,
jadi itu alternatifnya.” tutur Shella.
Melihat trend makeup di tahun 2018 ini, Shella
menyambut positif. Ia cukup takjub dengan trend makeup sekarang yang berbeda
dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2016 trend makeup cenderung bernuansa bold, dengan alis yang cukup harsh.Beda halnya dengan saat ini,
tampilan makeup dibuat senatural mungkin tanpa menutupi kecantikan alami
masing-masing perempuan. Alis dibuat lebih natural dengan tetap mempertahankan
bentuk asli dari alis itu sendiri
“Bagus sih. Dulu trend tahun 2016 alisnya tebel
banget ya. Kalo sekarang itu lebih natural. Jujur, untuk makeup aku ngikutin
trend sih. Kaya sekarang ini, trend makeup lebih ke warna pink-soft terus pake lipgloss.” ungkap Shella.
Starter kit yang perlu dimiliki diantaranya: pensil
alis, blush on, contour, foundation, eyeshadow dan maskara yang merupakan
produk basic dan wajib dimiliki. Tak perlu mahal, dengan budget yang tidak terlalu besar, kita tetap bisa membuat lookyang memukau.
Shella memiliki tips bagi para pemula yang ingin
terjun ke dunia makeup. Dimulai dari rajin melihat review-review makeup dari
para beauty vlogger tentang lokal produk yang bagus, sekaligus cara meng-create
tampilan makeup yang mudah diaplikasikan. Beauty class yang banyak diadakan
oleh brand-brand makeup lokal maupun luar juga bisa menjadi refrensi bagi para
pemula yang ingin belajar makeup langsung dari ahlinya.
“Jangan pernah berhenti belajar. Dulu aja aku
bikin alis nggak simetris sama blush on ketebelan. Biarin aja orang bilang apa,
tapi jadiin itu motivasi untuk jadi lebih baik kedepannya. Pokoknya jangan
pernah nyerah.” tutup Shella.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar